3 Buah Bisa Kurangi Risiko Diabetes

Posted by Unknown on Tuesday, 8 October 2013

Guna mencegah atau menurunkan risiko penyakit, pola makan atau konsumsi buah dan sayuran tertentu peranannya tak dapat diabaikan begitu saja.

Salah satunya ditunjukkan sebuah studi baru dari Inggris yang menemukan konsumsi bluberi, apel, dan anggur ekstra dipastikan dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.


Studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, bluberi dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 26 persen.

Hal ini disimpulkan tim peneliti gabungan dari UK, Amerika Serikat dan Singapura setelah mengamati pola makan 187.382 orang Amerika. Dan tercatat 6,5 persen partisipan (12.198 orang) didiagnosis mengidap diabetes tipe 2.

Setelah itu, peneliti menggunakan kuesioner frekuensi makanan untuk mengamati partisipan setiap empat tahun sekali, termasuk menanyakan rata-rata porsi partisipan saat mengonsumsi buah-buahan.

Buah yang diamati dalam studi ini yakni anggur atau raisin, buah persik, plum atau aprikot, buah prem, pisang, cantaloupe (melon jingga), apel atau buah pir, jeruk, jeruk bali, stroberi dan bluberi.

Dari analisis diperoleh fakta bahwa tiga porsi bluberi, anggur atau raisin, dan apel atau buah pir per minggu terbukti dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 pada partisipan secara signifikan. Namun peneliti mengutarakan jika seluruh buah yang mereka amati memang dapat menurunkan risiko sakit gula, hanya saja ketiga buah di atas terlihat paling efektif.

Peneliti menduga hal ini karena buah-buahan tersebut mengandung antosioanin, yang sebelumnya diketahui dapat meningkatkan penyerapan glukosa pada tikus, disamping kandungan polifenol alaminya.

Kendati begitu, saat peneliti mengamati efek konsumsi jus buah, mereka hanya menemukan sedikit penurunan risiko diabetes tipe 2. Peneliti pun menyimpulkan bahwa mengganti konsumsi jus buah harian dengan buah saja dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar.

Jadi misalnya mengganti jus buah dengan konsumsi bluberi dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 33 persen, sedangkan anggur dan raisin 19 persen, dan apel atau buah pir sampai 13 persen. Bahkan mengganti jus buah dengan kombinasi ketiganya bisa menurunkan risiko diabetes hingga tujuh persen.

Manfaat yang sama juga diperoleh jika jus buah diganti dengan konsumsi jeruk, buah persik, plum dan aprikot.

"Umumnya jus buah mengandung lebih sedikit senyawa penting daripada buah utuh. Proses memblender jus juga merusak manfaat buah dan hanya meninggalkan cairan yang terserap lebih cepat. Akibatnya gula darah dan kadar insulin meningkat karena cairan itu mengandung gula," kata peneliti yang juga asisten profesor dari Harvard School of Public Health, Qi Sun, seperti dilansir laman BBC News, Senin (7/10).

"Untuk itu cobalah meminimalisir risiko diabetes tipe 2 sebanyak mungkin dengan mengurangi konsumsi jus buah dan sebaliknya meningkatkan konsumsi buah utuh," pungkasnya.

sumber:
jawa pos.
Selengkapnya Tentang → 3 Buah Bisa Kurangi Risiko Diabetes

5 Ciri Bayi Laki-Laki Dalam Kandungan

Posted by Unknown

Bagi orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri saat memiliki anak laki-laki, bahkan di beberapa budaya tertentu, memiliki anak laki-laki menjadi kewajiban bagi pasangan suami-istri.

Untuk mengetahui jenis kelamin jabang bayi, ayah dan bunda yang modern tentu memilih menggunakan teknologi ultrasonografi (USG), yang seiring dengan waktu terus melesat pesat. Bahkan dengan fitur 3 D, para bunda yang tengah mengandung bukan hanya dapat mengetahui jenis kelamin si jabang bayi dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Melainkan juga bisa melihat anatomi dan gerakan bayi di dalam perut.

Namun, bagi para orangtua zaman dahulu, untuk mengetahui jenis kelamin bayi, mereka tidak memerlukan teknologi mutakhir, tetapi memprediksi dari gejala yang dialami oleh sang calon bunda.


Berikut beberapa lima tanda janin yang ada di dalam perut Anda adalah laki-laki:


1. Bentuk perut terlihat bulat sempurna seperti bola basket.

2. Posisi perut lebih condong ke arah bawah.




3. Daerah areola (daerah hitam sekitar puting susu).

4. Detak jantung bayi kurang dari 140 detik per menit.

5. Jika menggantungkan cincin kawin di atas perut, maka cincin tersebut akan bergerak memutar.

sumber:
kompas.com
Selengkapnya Tentang → 5 Ciri Bayi Laki-Laki Dalam Kandungan

Mari Kenali Gejala Depresi pada Pria

Posted by Unknown on Monday, 7 October 2013

Bermacam riset telah membuktikan bahwa wanita memang lebih mudah depresi ketimbang pria.

Namun sebuah studi yang dipublikasikan JAMA Psychiatry mengatakan, soal depresi sebenarnya pria juga sama rentannya dengan wanita. Hanya saja, gejala depresi yang muncul memang berbeda.


Dengan menggunakan data dari National Comorbidity Survey Replication AS, peneliti akhirnya menemukan perbedaan gejala depresi pada pria dan wanita.

Ketika pria mengalami depresi, maka gejala yang lebih sering muncul seperti marah-marah, penyalahgunaan obat-obatan dan perilaku berisiko lainnya.

Sedangkan pada wanita, gejala depresi di antaranya terlihat sedih, tertekan atau gangguan mood, menyendiri atau mengisolasi diri dari kehidupan sosial, serta mengalami gangguan tidur.

Hanya saja gejala depresi pada wanita dianggap sebagai gejala klasik atau lebih lazim ditemukan pada penderita depresi.

"Bukan berarti pria tak menunjukkan gejala depresi klasik. Gejala utama pada pria yang depresi juga gangguan mood. Tapi mereka terhalang oleh kuatnya nilai maskulinitas yang mereka pegang teguh," kata ketua tim peneliti dari University of Michigan, Dearborn, Lisa Martin, Ph.D, seperti dilansir laman Women's Health, Sabtu (5/10).

"Jadi jangan harap pria yang paling depresi sekalipun menangis atau galau dan guling-guling di atas kasur. Alih-alih begitu, mereka akan lebih memilih untuk melampiaskannya dengan memakai obat-obatan terlarang dan mengonsumsi alkohol," lanjutnya.

Dari studi ini juga dapat disimpulkan bahwa pria sama rentannya terkena depresi seperti halnya wanita.

Namun, stigma tentang depresi pada dua gender yang berbeda ini tampaknya tak bisa hilang hanya dalam semalam. "Kita masih pecaya pria tak butuh bantuan seperti wanita ketika mengalami depresi, meski mereka sendiri mengakuinya," lanjut Martin.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengenali gejala depresi pada pria? Cukup amati saja perubahan mood yang signifikan. Misalnya tiba-tiba suka menyendiri, mudah marah atau terlalu pesimistis.

Amati juga perubahan perilakunya. Misalnya tiba-tiba suka judi, menghabiskan banyak waktu untuk mabuk-mabukan, atau melakukan aktivitas seorang diri padahal biasanya biasa beraktivitas bersama orang lain.

Gejala lain yang tidak boleh diabaikan adalah perilaku kompulsif seperti tiba-tiba sering lembur kerja hingga laru atau berolahraga secara nonstop. "Mereka mengira jika pikiran dan tubuhnya sudah disibukkan oleh sesuatu, maka mereka tidak perlu berurusan dengan apa yang terjadi di dalamnya," pungkas Martin.

sumber:
jawa pos.
Selengkapnya Tentang → Mari Kenali Gejala Depresi pada Pria

Cepatlah Waspadai Kanker Esofagus

Posted by Unknown

Mungkin saja sudah banyak kalangan mengetahui bahwa HPV (human papillomavirus) bisa menyebabkan kanker serviks. Namun sayangnya, itu bukanlah satu-satunya penyakit yang bisa hadir. Ada bahaya lain yang tidak kalah menakutkannya dari HPV.


Menurut studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE, mengidap HPV bisa meningkatkan risiko terkena esophageal squamous cell carcinoma (OSCC) -bentuk yang paling umum dari kanker esofagus- hingga tiga kali lipat. Lantas apakah kanker esofagus itu?

OSCC adalah sebuah kanker yang mengenai esofagus atau kerongkongan, yang menghubungkan tenggorokan kepada perut. Mengacu data National Cancer Institute, pada tahun 2013 ada sekitar 17.990 kasus baru di Amerika Serikat dan diperkirakan 15.210 kasus berakhir dengan kematian, menurut .

"OSCC adalah kanker yang rumit dengan beberapa penyebab, seperti alkohol, merokok, dan diet," kata kandidat Phd di School of Public Health and Community Medicine di UNSW Medicine, Surabhi Liyanage, seperti dilansir laman Women's Health, Minggu (6/10).

Bagaimana HPV bekerja? Kasus kanker tenggorokan yang diderita aktor Michael Douglas bisa membantu memahami HPV.

Michael menyebut oral seks bisa mengirimkan atau menularkan HPV, yang juga bisa menyebabkan beberapa kanker. Faktanya, para peneliti percaya bahwa peningkatan HPV kanker kepala dan leher mungkin disebabkan karena kenaikan jumlah rata-rata pasangan yang melakukan oral seks.

Bagaimana dengan vaksin untuk mencegah HPV? Banyak wanita telah mendapatkan vaksin HPV untuk membantu melindungi tubuh melawan dua tipe virus yang bisa mengakibatkan kanker serviks. Jika belum divaksin HPV, anda masih bisa melakukannya sampai usia 26 tahun.

Meskipun tidak ada bukti konkret bahwa vaksin bisa melindungi melawan OSCC, peneliti tetap menyarankan untuk melakukannya. Untuk diketahui, ada lebih dari 100 tipe dari HPV. Namun baru dua jenis yang terkait kanker serviks dan tampaknya terkait dengan OSCC.

"Hubungan yang kuat antara HPV dan OSCC menunjukkan bahwa, vaksinasi HPV mungkin memiliki peran dalam mengurangi prevalensi kanker terkait HPV lain, termasuk OSCC. Namun hal ini perlu dikaji lebih lanjut," pungkas Liyanage.

sumber:
jawa pos.
Selengkapnya Tentang → Cepatlah Waspadai Kanker Esofagus

Hentikan Pertumbuhan Sel Kanker dengan Remas Payudara

Posted by Unknown on Sunday, 6 October 2013

Ada sebuah penelitian menyebutkan bahwa meremas-remas payudara dapat mencegah bertumbuhnya sel-sel kanker ganas. Percobaan yang dilakukan di laboratorium menunjukan penerapan tekanan fisik ke sel menyebabkan sel-sel itu bereaksi kembali ke pertumbuhan normal.

Para ilmuan meyakini cara ini bisa memberikan petunjuk pada pengobatan dan perawatan baru pada pasien penderita kanker payudara.


"Selama berabad-abad dikenal bahwa kekuatan fisik dapat mempengaruhi tbuh kita. Ketika kita mengangkat beban, otot kita menjadi lebih besar. Gaya gravitasi sangat penting untuk menjaga tulang kita kuat. Di sini kita menunjukkan bahwa kekuatan fisik dapat memainkan peran dalam pertumbuhan dan melawan sel kanker," kata Gautham Venugopalan tim peneliti di University of California di Berkeley, Amerika Serikat.

Dalam penelitian ini, sel-sel payudara yang ganas dimasukkan dalam gel silikon yang menyerupai payudara wanita. Hal ini memungkinkan bagi para ilmuan untuk membandingkan pertumbuhan awal sel kanker pada tubuh.

Dalam beberapa waktu, sel-sel ganas itu mulai diperas dengan cara yang normal dan terorganisir.

Setelah struktur jaringan payudara dibentuk sel-sel berhenti tumbuh, bahkan ketika gaya tekan telah dihapus. Pertumbuhan sel yang mengarah kanker menjadi serampangan dan tidak terkendali.

"Meskipun sel kanker ganas itu tidak langsung hilang dan payudara menjadi sehat. Diperlukan isyarat (perlakukan) yang tepat untuk mengarahkannya menjadi kembali pada pola pertumbuhan yang sehat," kata Venugopalan.

Hasil penelitian ini sudah dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Cell Biology di San Francisco.

Profesor Daniel Fletcher, yang menjalankan laboratorium Berkeley, mengatakan hasil penelitian ini menjadi sinyal awal yang mengarahkan sel-sel ganas kembali tumbuh menjadi jaringan sehat secara baik.

Lalu bisakah bra yang dimodifikasi memberikan tekanan-tekanan otomatis mampu melawan ganasnya kanker? "Kompresi dari dalam atau diri sendiri tidak bisa menjadi terapi," tambahnya.

Nah, rupanya meremas payudara untuk menghindari kanker adalah terapi yang memerlukan pihak lain, tentunya akan lebih baik jika dilakukan pasangan yang sah, yaitu suami.

sumber:
jawa pos.
Selengkapnya Tentang → Hentikan Pertumbuhan Sel Kanker dengan Remas Payudara