Cegah Sejak Dini Kanker Payudara

Posted by Unknown on Sunday, 6 October 2013

Kanker payudara adalah salah satu penyakit paling mematikan yang dialami kaum perempuan di Indonesia.

Kanker jenis ini adalah sebutan untuk pertumbuhan sel-sel yang berlebihan yang memicu benjolan atau tumor ganas.


Sifat Kanker Payudara

Sifatnya sangat khas, yaitu dapat menyebar ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru.

Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun.

Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara.
Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Namun, kapan penyebaran itu berlangsung, tidak bisa diketahui. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa diketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Menurut dr. Adhi Nugraha SpB (K) di Lampung, kanker payudara merupakan keganasan yang berasal dari epital kelenjar payudara. Namun ironisnya katanya, banyak perempuan yang baru mengetahui dirinya terkena kanker setelah masuk stadium tiga atau empat.

Gejala Awal

Adhi menambahkan, gejala awal penyakit ini adalah benjolan tidak normal di payudara. Pada awalnya, benjolan ini tidak nyeri. Inilah yang membuat penyakit ini kerap tidak terdeteksi. Sebab, kebanyakan orang awam selalu mengaitkan penyakit dengan rasa nyeri. Mereka membiarkan saja benjolan yang tidak menimbulkan nyeri itu, namun setelah benjolan itu terasa nyeri baru mereka sibuk memeriksakan penyakit itu.

Padahal untuk kanker payudara, saat nyeri timbul, itu artinya kanker sudah membesar dan menyebar. Biasanya sudah memasuki stadium III atau IV, dengan tingkat penyembuhan cukup minim. "Untuk itu kepada masyarakat, apabila sudah ada benjolan tidak normal, segera periksakan ke dokter," ujarnya.

Selain benjolan, kata Adhi lagi, gejala berikutnya adalah retraksi puting tertarik ke dalam, yaitu kulit payudara menjadi seperti kulit jeruk yang pori-porinya masuk ke dalam. Kemudian, benjolan dapat pecah dan menjadi borok. Lantas, keluar cairan kemerahan atau darah dari puting susu.

Sedangkan untuk gejala lebih lanjut lagi, jelas Adhi, dapat menyebabkan kelumpuhan. Ini terjadi bila penyebaran kanker menyerang saraf di tulang belakang. Selain itu, kanker juga bisa mengakibatkan kerapuhan tulang. Bila menyebar ke paru-paru, penyakit ini dapat mengakibatkan sesak napas dan batuk-batuk.

"Jika menyebar ke hati, penderita akan merasa mual dan badannya menjadi kuning. Demikian pula apabila menyebar ke otak, penderita akan sakit kepala, muntah-muntah dan juga penglihatannya kabur," terangnya.

Dijelaskan Adhi, untuk stadium I, biasanya benjolan masih kurang dari 2 cm. Saat ini biasanya belum ada penyebaran. Untuk stadium II, juga belum ada penyebaran. Pada stadium ini benjolan membesar sekitar 2-5 cm. Namun pada stadium 3, menurutnya pula, di atas benjolan sudah timbul borok. Saat ini besar benjolan sudah di atas 5 cm. Sedangkan untuk stadium IV, kanker payudara sudah menjalar ke bagian tubuh lain.

Penyebab kanker payudara lebih banyak disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Kemungkinannya bisa sembuh 15-20 persen. Kemudian, ada faktor hormon estrogen. Semakin tinggi hormon estrogennya, maka semakin beresiko mengalami kanker payudara. Selain itu, juga ada faktor perempuan yang melahirkan di atas usia 31 tahun dan ibu tidak menyusui.

"Saat ini sudah banyak perempuan berumur 35 tahun ke atas yang terkena. Tetapi, bukan berarti di bawah umur itu tidak bisa terkena kanker payudara. Bahkan di Lampung, saya pernah menemui pasien yang masih berusia 16 tahun," ujarnya.

Untuk masalah pengobatan stadium satu dan dua, menurut Adhi, bisa melalui operasi, pemberian anti hormonal, dan kemoterapi. Sedangkan stadium tiga terlebih dahulu dilakukan kemoterapi, yang dilanjutkan operasi dan ditutup dengan kemoterapi kembali. "Sedangkan untuk stadium empat, untuk mengurangi keluhan diberikan obat anti nyeri dan kemoterapi radiatif," terangnya.

Pencegahan

Guna mencegah penyakit ini, Adhi menyarankan agar dilakukan sejak dini. Bagi perempuan yang sudah menstruasi katanya, harus rutin memeriksa payudara sendiri. Caranya adalah dengan menggunakan pola tiga jari. Yaitu, usapkan pada seluruh bagian payudara dengan arah yang sama, melingkar maupun secara vertikal dan horizontal. Periksa juga di bagian ketiak. Apabila terasa ada benjolan yang tidak seperti biasanya, segera periksakan.

Hal itu dilakukan setiap satu bulan sekali, dengan posisi berdiri dan juga terlentang. Kemudian kata Adhi, lakukan manografi rutin setiap satu tahun sekali pada perempuan berumur di atas 40 tahun. "Khusus untuk perempuan yang memiliki riwayat keturunan penyakit ini, manografi dilakukan setahun sekali pada umur 35 tahun," tandasnya.

sumber:
jawa pos.
Selengkapnya Tentang → Cegah Sejak Dini Kanker Payudara

10 Gejala Awal Stroke yang Harus Dikenali Sejak Dini

Posted by Unknown on Saturday, 5 October 2013

Karena sifatnya yang kronis dan cepat melumpuhkan, maka stroke harus segera ditangani. Semakin cepat penderita memperoleh pertolongan, semakin kecil kerusakan yang terjadi pada otaknya.

"Lagipula ada sejumlah pengobatan yang harus diberikan penderita stroke di 3 hingga 4 jam pertama pasca serangan, seperti obat penghilang gumpalan. Itulah mengapa perhatian urgent itu penting untuk menangani stroke," kata profesor neurologi dari Wayne State University School of Medicine, Seemant Chaturvedi MD, seperti dilansir laman ABC News, Minggu (29/9).


Berikut 10 gejala stroke yang perlu dikenali setiap orang:


1. Lengan dan kaki lunglai

Ketika terserang stroke, wajar jika salah satu lengan atau kaki, atau keduanya mendadak lunglai, mati rasa atau lumpuh. Bahkan bisa jadi sisi tubuh yang lumpuh berkebalikan dengan bagian otak yang terserang stroke.

Cobalah angkat kedua lengan anda dengan posisi yang berjajar selama 10 detik saja. Jika salah satu lengan sedikit ke bawah, hal itu dapat mengindikasikan adanya lemah otot, atau salah satu gejala stroke. Bisa juga dengan membuka kedua mata sambil mengangkat setiap kaki secara bergantian dan lihatlah apakah tingginya bisa sejajar atau tidak.

2. Gangguan penglihatan atau pandangan kabur

Stroke dapat menyebabkan penglihatan menjadi ganda, kabur atau bahkan hilangnya penglihatan di salah satu mata. Namun gejala ini mungkin tak semenonjol lemahnya otot wajah, lengan dan gangguan bicara yang umumnya lebih sering terlihat pada pasien stroke.

3. Susah bicara atau linglung

Stroke juga dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk mengekspresikan dirinya lewat kata-kata atau memahami perkataan orang lain. Sejumlah tes sederhana yang dilakukan oleh dokter seperti meminta anda mengucapkan sebaris-dua baris kalimat dapat memprediksi seberapa besar risiko stroke anda.

4. Pening atau kehilangan keseimbangan

Jika anda mabuk, mual atau susah berjalan, banyak orang mengira anda mabuk, padahal bisa jadi anda terkena stroke.

"Pasien biasanya bingung karena tak dapat membedakan gejala stroke dengan gejala penyakit lainnya. Terkadang mendadak pening itu seringkali dikaitkan dengan sindrom virus tertentu padahal itu bisa jadi adalah gejala stroke," kata Dr. Chaturvedi lebih lanjut.

5. Nyeri

Rasa nyeri bukanlah gejala stroke yang umum, kecuali jika anda tiba-tiba terserang nyeri di salah satu lengan, kaki, sebagian wajah atau dada maka jangan disepelekan.

Sebuah studi pun menemukan, wanitalah yang lebih sering mengalami gejala stroke non-tradisional dibandingkan pria, bahkan angkanya hingga mencapai 62 persen. Dan salah satu diantara gejala yang paling umum adalah rasa nyeri.

6. Sakit kepala akut

Waspada jika tiba-tiba anda mengalami sakit kepala akut, bahkan yang mungkin paling buruk selama hidup anda, karena itu adalah gejala stroke.

Dari sebuah studi yang melibatkan 588 pasien ditemukan orang yang mengalami sakit kepala sebagai gejala awal stroke yang dialaminya, cenderung berusia lebih muda dan memiliki riwayat migrain. Dan lagi-lagi wanitalah yang lebih sering kedapatan sakit kepala disertai stroke dibandingkan pria.

Sayangnya menurut Dr. Chaturvedi dan rekan-rekannya, orang dewasa muda yang mengalami gejala stroke, termasuk migrain, seringkali salah diagnosis. "Untuk itu ketika mengalami gejala semacam itu, mereka bisa meminta konsultasi dengan pakar neurologi atau menjalani scan MRI otak," sarannya.

7. Wajah murung

Otot wajah yang melemah secara tiba-tiba di salah satu sisi, bisa jadi salah satu gejala stroke. Dokter bisa mengetahuinya dengan meminta anda tersenyum atau memperlihatkan gigi anda. Tapi jika salah satu sisi wajah tak bergerak, itu bisa berarti anda terkena stroke.

8. Kelelahan atau perubahan kondisi mental

Menurut sebuah studi terbaru, wanita pengidap stroke lebih cenderung mengalami kelelahan, tubuhnya melemah, disorientasi dan perubahan status mental.

9. Cegukan

Biasanya cegukan ini hanyalah gejala minor pada pasien stroke. Tapi jika strokenya menyerang bagian otak yang berfungsi mengatur sistem pernapasan, maka hal ini dapat memicu cegukan tiba-tiba yang tak kunjung reda. Gejala ini lebih banyak ditemukan pada pasien wanita.

10. Sesak napas atau palpitasi jantung (detak jantung yang abnormal)

Sebuah studi mengungkapkan gejala yang satu ini lebih sering dialami oleh wanita.

sumber:
jawa pos.
Selengkapnya Tentang → 10 Gejala Awal Stroke yang Harus Dikenali Sejak Dini

Tetangga Ramah Bisa Turunkan Resiko Stroke

Posted by Unknown

Sering ikut arisan dengan tetangga kompleks atau berperan aktif ikut jadwal ronda di kampung, ternyata tak hanya menunjukkan tingginya kepedulian sosial seseorang.

Baru-baru ini sebuah studi mengatakan tinggal di lingkungan yang baik juga menurunkan risiko stroke seseorang.


Tak tanggung-tanggung, risiko stroke karena tinggal bersebelahan dengan tetangga-tetangga yang ramah dan suka menolong bisa turun drastis hingga 50 persen, atau setara dengan manfaat yang diperoleh seseorang yang tidak merokok.

Peneliti pun menyebut kondisi ini dengan istilah khusus yaitu neighborhood social cohesion.

"Jadi semakin anda terkoneksi dengan tetangga dan lingkungan tempat tinggal anda yang sehat dan aktif, maka anda juga akan makin termotivasi untuk melakukan hal serupa," kata peneliti dari University of Michigan, Eric Kim seperti dilansir laman Men's Health, Selasa (1/10).

"Sebaliknya jika anda tidak punya ikatan yang kuat dengan orang-orang di sekitar tempat tinggal anda, maka anda jadi malas dan tidak mampu mengadopsi gaya hidup atau perilaku sehat," katanya lebih lanjut.

Walaupun studi yang dilakukan Kim dan rekan-rekannya hanya mengamati partisipan berusia 50 tahun ke atas, peneliti ini percaya jika neighborhood social cohesion ini sebenarnya juga bermanfaat bagi kesehatan generasi muda.

Menanggapi studi ini, seorang pakar bernama Geoffrey Greif, Ph.D. mengungkapkan jika menjalin pertemanan di masa kini tidaklah semudah jaman dulu.

"Orang-orang jaman sekarang sudah dihadapkan pada begitu banyak orang, pasangannya, anak-anaknya, keluarga besar mereka, sehingga mereka kesulitan untuk menjalin pertemanan dengan orang-orang di luar lingkaran itu," kata penulis buku Buddy System: Understanding Male Friendships tersebut.

"Namun studi ini jelas-jelas menunjukkan betapa orang yang memiliki teman bisa hidup lebih lama, lebih sehat dan lebih bahagia," tambanhnya lebih lanjut.

Lalu apa yang bisa dilakukan agar kita mudah akrab dengan tetangga? Grief menyarankan agar cobalah ajak tetangga baru untuk mengobrol tentang pekarangan rumahnya.

"Hampir setiap orang cenderung suka membicarakan pekarangan rumahnya.

Dari sana kembangkan pembicaraan, misalnya menanyakan tentang kabar-kabar lokal yang beredar. Toh anda dan tetangga memiliki komunitas itu sebagai suatu kesamaan, dan inilah yang menjadi bibit dari pertemanan," pungkas Grief.

sumber:
jawa pos.
Selengkapnya Tentang → Tetangga Ramah Bisa Turunkan Resiko Stroke

Bahaya Air Freshener atau Penyegar Udara Bisa Merusak Otak

Posted by Unknown on Friday, 4 October 2013

Air freshener atau penyegar udara biasa diletakkan di mobil atau ruangan untuk mengusir bau yang tidak sedap.

Namun hati-hati saat membeli dan memakai produk penyegar udara. Sebab ada kandungan zat kimia berbahaya dalam penyegar udara tertentu yang bisa mengganggu kesehatan, bahkan dalam jangka panjang bisa merusak otak.

Penelitian di Malaysia mengungkapkan adanya penyegar udara yang mengandung zat-zat kimia berbahaya.


6 Produk yang digunakan masyarakat Negeri Jiran diuji dan hasilnya diketahui ternyata keenam produk tersebut mengandung empat zat kimia berbahaya:
1. Toluene.
2. Benzene.
3. Formaldehida.
4. Phthalates.

Keenam produk penyegar udara itu dibuktikan mengandung zat-zat kimia berbahaya dalam kadar yang relatif tinggi.

Misalnya phthalates yang terdapat pada 4 dari 6 produk yang diuji. Phthalates mengandung Endocrine Distrupting Substances (EDS), yang apabila terkena tubuh manusia dalam jangka waktu panjang, dapat menyebabkan kerusakan sistem imun tubuh dan otak.

Menurut Ratna Devi Nadajaran, CEO Malaysian Association of Standards Users yang memprakarsai penelitian ini, kontak yang terlalu lama dan sering dengan EDS dapat menyebabkan pria berperilaku seperti wanita, dan begitu pula sebaliknya.

"EDS juga bisa memperlambat perkembangan organ vital, bahkan hingga kelahiran bayi premature bagi ibu hamil. Sejauh mana EDS dapat merusak tubuh, memang tergantung dengan kondisi tubuh masing-masing.

"Yang paling berisiko mengalami dampak adalah ibu hamil dan anak-anak," kata Ratna, seperti dilansir laman Asiaone, Selasa (1/10).

Lebih parah lagi, beberapa produk penyegar ruangan yang diuji Ratna dan tim, mengandung campuran berbagai tipe phthalates.

Jelas resikonya bagi kesehatan akan lebih berragam dan berbahaya. Selain itu, dua produk penyegar ruangan yang diuji yang terbukti mengandung toluena, berpotensi merusak hati, ginjal, dan otak jika digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Keenam produk penyegar udara itu diproduksi di Malaysia, dan dari penelitian ditemukan produk tersebut mengandung toluena dengan kadar yang paling tinggi dibanding produk lainnya.

Selain itu, phthalates yang ada di dalam produk tersebut terdiri dari tiga tipe, yang artinya memperbesar potensi kerusakan yang dapat disebabkan.

Ratna mengatakan, saat ini, terutama di wilayah perkotaan, banyak orang yang menghabiskan waktunya di dalam mobil dengan penyegar udara. Nah, hal ini mengakibatkan banyak dari mereka yang menghirup racun dari penyegar udara yang dipasang di mobil.

"Gejala sakit yang paling sering terjadi yang disebabkan oleh penyegar ruangan ini adalah pusing, mual, dan depresi," pungkas Ratna.

sumber:
jpnn.com
Selengkapnya Tentang → Bahaya Air Freshener atau Penyegar Udara Bisa Merusak Otak

Bahaya Mencuci dengan Mesin Cuci

Posted by Unknown on Thursday, 3 October 2013

Saat ini, banyak orang yang lebih memilih mencuci pakaiannya menggunakan mesin cuci dengan alasan hemat waktu, lebih bersih, ditambah lagi bisa disambi melakukan pekerjaan lain.

Tapi hati-hati, meski dinilai lebih efektif ada potensi berbahaya dibalik mencuci

Penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang berpotensi menimbulkan bahaya di mesin cuci tidak akan mati jika pakaian dicuci pada suhu rendah.

Bahkan, bakteri itu justru akan menimbulkan siklus perkembangbiakkan.


Penelitian yang dipimpin ahli kesehatan Dr Lisa Ackerley ini menemukan bahwa tingkat bakteri yang ditemukan ahli mikrobiologi di mesin cuci, seharusnya bisa dibersihkan saat baju sedang dicuci. Oleh karena itu, Ackerley mengimbau masyarakat untuk lebih sadar terhadap Sick Laundry Cycle.

"Konsumen percaya mencuci dengan mesin bisa menghasilkan pakaian yang bersih dan higienis padahal tak seperti itu. Kecenderungan mengurangi suhu cucian dan volume air disertai penggunaan deterjen yang lembut, bisa mempengaruhi efektivitas proses pencucian untuk mengurangi bakteri pada pakaian yang terkontaminasi,"
Kata Dr Ackerley, seperti dilansir laman Daily Mail, Kamis (3/10).

Bahkan, jumlah mikroba yang berisiko menimbulkan infeksi yang berhubungan dengan pencucian menggunakan mesin, rata-rata ada sekitar 10.000 organisme dari sepasang celana yang kotor. Kontaminasi silang juga bisa terjadi pada prosedur ini.

"Jika anda memasukkan sesuatu sarat bakteri ke dalam mesin cuci itu hanya menciptakan kumpulan bakteri lain. Saya sangat prihatin bakteri dari pakaian kotor bisa menular ke lap dapur yang kemudian digunakan untuk membersihkan piring," kata Dr Ackerley lebih lanjut.

Barang yang paling mungkin terkontaminasi dengan patogen adalah yang bersentuhan langsung dengan tubuh seperti handuk, pakaian, seprei, popok, dan handuk wajah. Bakteri yang tersisa dan bersembunyi di dalam mesin cuci, juga bisa mengakibatkan kontaminasi silang.

Dr Ackerley mengatakan, "Penelitian telah menunjukkan bahwa penumpukan bakteri di bagian dalam mesin cuci, kemudian ditambah lagi dengan yang berasal dari air cucian berikutnya, maka akan ditemukan sebanyak satu juta bakteri hanya dalam dua sendok makan air cuci."

Menurutnya, mencuci dengan suhu rendah menciptakan kondisi optimal bagi kuman untuk berkembang biak terutama di tempat persembunyian favorit mereka seperti tempat deterjen. Memisahkan pakaian, selimut, dan handuk yang terinfeksi penyakit tidak cukup untuk menghentikan risiko penyebaran infeksi, jika anda mencucui pakaian dengan suhu rendah.

"Bakteri pada pakaian basah lebih cenderung mencemari tangan dan itu bisa tertular dari tangan ke obyek lain di rumah dan akhirnya mulut kita yang terkena risiko itu," Dr Ackerley mengingatkan.

"Dengan meningkatkan pemahaman kita tentang mengapa bakteri tidak selalu mati saat pencucian dengan mesin, bagaimana bakteri itu bisa menular maka langkah-langkah sederhana bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah potensi sumber infeksi," pungkasnya.

sumber:
jpnn.com
Selengkapnya Tentang → Bahaya Mencuci dengan Mesin Cuci